GitaGracia.com
Resensi Buku

GitaGracia.com

Gita Gracia Ministry – NCBC – House of Grace

sejarah penebusan

Published on Jul 15 2016 // Resensi Buku

Pdt Dwi & Pdt ParkPEMELIHARAAN ALLAH YANG MISTERIUS DAN AJAIB

Buku seri Sejarah Penebusan IV

Buku “Pemeliharaan Allah yang Misterius dan Ajaib” adalah seri keempat dari seri buku sejarah penebusan. Seperti buku-buku sebelumnya, buku ini juga mengungkapan rahasia-rahasia Allah yang dalam waktu lama tidak diungkapkan. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa Allah telah memakai pendeta Abraham Park untuk menyingkapkan berbagai kebenaran yang selama ini belum dinyatakan. Melalui buku ini, pendeta Abraham Park mencoba menelusuri sejarah penebusan melalui sejarah periode kedua di dalam silsilah Yesus Kristus. Periode kedua dari silsilah ini mencatat berbagai peristiwa sejarah dari saat Daud mengakhiri pemerintahannya di Hebron dan mulai pemerintahannya di Yerusalem pada tahun 1003 SM sampai pembuangan ke Babel. Periode kedua ini mencakup sejarah kurang lebih 406 tahun mulai dari 1003 sampai 597 SM.

Melalui penelusuran historis pada periode kedua dari silsilah Yesus Kristus ini, pendeta Abraham Park telah dapat mengambil sebuah kesimpulan yang menolong seluruh umat Tuhan untuk melihat bahwa kasih karunia Allah itu kekal dan tidak berkesudahan. Ada dua karakteristik yang dapat diungkapkan dalam periode ini; pertama, dari pembentangan sejarah itu dapat melihat suatu perbandingan antara iman orang kafir dengan kejatuhan orang Yahudi. Hal ini dapat terlihat dari kalimat pembukaan gnerasi ke-14  periode kedua: “Daud memperanakan Salomo dari istri Uria. Uria adalah orang Het dan satu-satunya laki-laki kafir yang terlihat di antara 14 generasi dalam periode kedua ini.  Lebih dari ini, bahkan ia tidak mengetahui bahwa istrinya telah dirampas oleh sang raja dan tetap setia kepada kerajaan sampai ajalnya di medan perang. Fakta ini memperlihatkan bahwa silsilah Yesus Kristus lebih mementingkan iman dari pada hubungan darah. Ini juga menyaksikan sebuah fakta bahwa Allah bukan saja Allah bangsa Israel tetapi juga bangsa non-Yahudi. Karakteristik kedua dari silsilah periode kedua ini menunjukkan bahwa bahkan di dalam kejatuhan banyak generasi raja, jalan kedatangan Yesus Kristus tidak terputus. Setelah pemerintahan Daud dan Salomo, bangsa Israel mengalami penurunan dan kerusakan yang drastis, namun hal ini tidak menghentikan janji mengenai Yesus Kristus. Allah tidak berhenti melanjutkan penggenapan janji penebusan melalui keturunan raja sekalipun dalam kebusukan para raja berikutnya. Ini membuktikan bahwa ketidaksetiaan bangsa Israel tidak akan pernah menggagalkan kestiaan Allah dalam menggenapi firman-Nya. Allah tetap setia dalam menggenapi janji-janji-Nya sekalipun manusia sering gagal untuk setia kepada-Nya.

Namun di sisi lain tentu saja Iblis tidak menghendaki sejarah penebusan itu terus berlanjut. Iblis telah berusaha menggagalkan kedatangan Yesus Kristus dengan menjalankan segala macam cara yang mengarahkan raja-raja pada jalan ketidakpercayaan, kebobrokan, penyembahan berhala dan pemberontakan. Hasil dari semuanya itu ialah Allah telah memberikan hukuman kepada umat-Nya melalui pembuangan ke Babel. Kerajaan Yehuda hancur karena mengabaikan firman Allah, tidak mendengarkan peringatan para nabi, melainkan telah melakukan pemberontakan kepada Allah melalui penyembahan berhala. Pembuangan Yehuda menandakan jatuhnya dinasti Daud. Namun Allah telah membawa kembali dari penawanan Babel setelah 70 tahun dan menegaskan bahwa penyelenggaraan sejarah penebusan yang penuh kuasa tidak dapat dihentikan oleh usaha kegelapan apapun juga.  Narasi sejarah bangsa Yehuda ini menegaskan bahwa Allah adalah Allah atas sejarah. Ia berkuasa mengatur sejarah, menghakimi ketidaktaatan dan dosa serta memberikan berkat kepada orang-orang yang setia dan percaya kepada-Nya. Kebusukan dan pemberontakan Yehuda yang terus menerus tidak menghentikan sejarah penebusan. Allah tetap melanjutkan sejarah penebusan agar jalan Sang Mesias yang datang sebagai “benih perempuan” dan “Anak Daud” tidak terputus. Sejarah bangsa Yehuda terus berlanjut dalam kasih dan kesabaran Allah, sekalipun mereka sering jatuh dalam dosa dan kejahatan.

Dari narasi sejarah kerajaan Yehuda dapat dimengerti tentang keberlangsungan kasih Allah. Raja-raja di Kerajaan Yehuda bukanlah raja-raja yang sempurna. Sekalipun apabila diprosentasi, sebagian besar dari raja-raja kerajaan Yehuda adalah raja yang baik, namun sekalipun demikian tentu juga ada yang jahat dan memberontak kepada Allah. Alkitab bersifat sangat terbuka. Alkitab tidak menutup-nutupi setiap dosa yang dilakukan oleh para pelaku sejarah penebusan. Dalam hal ini pendeta Abraham Park menjelaskan dengan sangat jelas. Namun yang menjadi inti dari semua itu adalah pertobatan. Dosa akan selalu membawa pada kehancuran dan pertobatan akan selalu membawa pemulihan. Ketika umat berdosa akan mendapat hukuman, tetapi ketika mereka bertobat akan mengalami pemulihan. Itulah yang terlihat di dalam narasi para raja di kerajaan Selatan. Dari itu semua dapat dilihat bahwa berlangsungnya sejarah penebusan tidak bergantung pada kondisi manusia, tetapi ini merupakan ungkapan kasih karunia Allah yang setia pada perjanjian-Nya.

Dalam buku “Pemeliharaan yang misterius dan Ajaib” ini pendeta Abraham Park telah dipakai Tuhan untuk menyingkapkan suatu rahasia dalam silsilah Tuhan Yesus Kristus. Secara khusus berkenaan dengan tidak dicatatnya atau dihilangkannya beberapa generasi  di dalam silsilah Tuhan Yesus Kristus ini. Secara garis besar ada dua bagian dari generasi-generasi pertama dalam silsilah Yesus Kristus itu telah dihilangkan. Pertama generasi-generasi yang hilang di antara Ram dan Aminadab (Mat.4:1). Ini mencakup hampir seluruh masa perbudakan di Mesir selama 430 tahun. Hezron  dan Ram hidup pada masa awal 430 tahun di Mesir, sedangkan Aminadab dan Nahason hidup pada masa akhir dari 430 tahun di Mesir. Dengan demikian hampir seluruh waktu yang dihabiskan di Mesir telah dihapuskan dalam silsilah Yesus Kristus dalam Matius pasal 1. Kedua generasi-generasi yang hilang di antara Salmon dan Boas (Mat.1:5) sekitar 300 tahun di masa Hakim-Hakim. Penghapusan ini membutikan kegelapan rohani di zaman Hakim-Hakim. Melalui ini Allah menunjukkan bahwa tujuan silsilah Yesus Kristus bukanlah untuk mencatat daftar generasi-generasi secara lengkap tanpa terlewatkan, melainkan untuk mencatat keturunan iman yang memperlihatkan penyelenggaraan Allah dalam sejarah penebusan.

Dalam catatan tentang generasi-generasi dalam periode kedua silsilah Yesus Kristus ini ada empat raja yang dihapuskan dari silsilah Yesus Kristus. Periode kedua ini dimulai pada 1003 SM ketika pemerintahan Daud selama 7 tahun 6 bulan di Hebron berakhir dan dia mulai memerintah di Yerusalem (2 Sam 5: 4-5; 1 Raj.2:11; 1 Taw. 3:4). Periode kedua diakhiri dengan Yekhonya ditawan ke Babel di saat penyerangan kedua oleh Babel  ( 2 Sam. 24:8-12; 2 Taw. 36:9-10) pada 597 SM. Oleh karena itu seluruh periode kedua dari silsilah Yesus Kristus adalah sekitar 406 tahun. Tujuan pencatatan silsilah di dalam Matius pasal 1 ini bukanlah untuk mencatat kelanjutan keturunan secara garis darah, tetapi untuk menunjukkan aliran perjanjian yang tidak pernah terhenti melalui garis iman yang murni. Silsilah Yesus Kristus ini adalah silsilah dari orang-orang yang memiliki iman yang murni dan yang meneruskan perjanjian Allah di dalam penyelenggaraan-Nya, maka generasi-generasi yang berdiri melawan kehendak Allah dihapuskan.

Berbagai penyingkapan kebenaran tersebut di atas didukung dengan berbagai data argumentasi yang valid. Pertama, dalam menjabarkan latar belakang argumentasi berkaitan dengan kebenaran-kebenaran yang diungkapkan, Pendeta Abraham Park menggunakan penelusuran didasarkan pada latar belakang sejarah yang sangat akurat. Pengungkapan latar belakang ini telah membuka cakrawala berfikir untuk menemukan kebenaran yang dimaksud sesuai dengan konteknya. Dengan mengerti latar belakang sejarahnya, maka dapat dipastikan bahwa kebenaran yang diungkapkan sesuai dengan kontek yang dimaksud.

Kedua data gramatikal. Dalam proses menemukan kebenaran sesuai dengan apa yang dimaksud penulis, gramatikal memiliki peran yang sangat penting. Melalui pemaparan data-data gramatikal, kebenaran yang dimaksud oleh konteks akan dapat diungkapkan. Dalam membahas buku seri penebusan ini, pendeta Abraham Park selalu menggunakan data-data gramatikal untuk meneguhkan apa yang telah ditemukannya. Hal ini sangat menolong pembaca untuk dapat memahami kebenaran firman Tuhan sesuai dengan konteks aslinya.

Ketiga data leksikal. Data-data leksikal sangat diperlukan dalam mengupas suatu kebenaran firman Tuhan. Leksikal merupakan usaha pengungkapan kebenaran melalui penelusuran arti kata. Data-data leksikal akan menolong berbagai usaha untuk menemukan kebenaran sesuai dengan apa yang dimaksud oleh  teks aslinya. Sehingga dengan demikian pembaca akan dapat mengerti kebenaran sesuai dengan maksud aslinya. Penelusuran arti kata ini selalu dikaitkan dengan arti kata sesuai dengan bahasa asli Alkitab ditulis. Dalam memaparkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang, pendeta Abraham park selalu membawa kita ke dalam arti kata sesuai dengan bahasa aslinya. Di samping dapat mengerti kebenaran dari makna yang diungkapkan tersebut, pembaca juga dapat mengambil nilai-nilai itu untuk diaplikasikan pada masa kini terjadi.

Keempat berkenaan dengan akurasi penghitungan tahun-tahun dalam Alkitab. Dalam studi teologi, satu hal yang sering menjemukan adalah penghitungan waktu melalui angka-angka. Penghitungan waktu dalam Alkitab sering dinilai sebagai suatu yang  tidak perlu. Hal itu disebabkan karena adanya berbagai sudut pandang berkenaan dengan waktu di dalam Alkitab. Namun ketika kita membaca buku-buku seri sejarah penebusan,  hal yang dinilai menjemukan itu akan berubah menjadi kesukacitaan, karena dapat menemukan sesuatu yang selama ini belum ditemukan. Penghitungan tahun-tahun itu tidak lagi menjadi materi yang menjemukan atau membosankan, tetapi justru sebaliknya.

Kelima semua kebenaran yang diungkapakan dari Perjanjian Lama selalu  dikorelasikan dengan kebenaran Perjanjian Baru. Dari ini pembaca dapat melihat bahwa pada hakekatnya kedua Perjanjian di dalam Alkitab ini memiliki bobot yang sama. Di samping itu pendeta Abraham park telah menolong umat Tuhan untuk memahami bahwa puncak pewahyuan di ada di dalam Perjanjian Baru. Sehingga ketika dikorelasikan dengan Perjanjian Baru itu berarti kebenaran yang dinyatakan telah sampai pada puncak penyataannya, dan menolong umat untuk lebih memahami bahwa sentral di dalam sejarah penebusan itu ada pada Kristus.

Keenam  bersifat aplikatif. Setiap akhir bahasan, Pendeta Abraham Park selalu membawa pembaca masuk dalam penerapan. Sehingga dengan demikian, setiap kali pembaca telah menyelesaikan satu bagian dari keseluruhan isi buku, pembaca dapat mengambil kebenaran-kebenaran itu dan menerapkannya di dalam kehidupannya. Atau bahkan ketika seorang pembaca memiliki suatu pergumulan kehidupan, mereka dapat menemukan jawabannya.

Buku ini telah memberi begitu banyak informasi biblical yang sangat mendalam, sehingga setiap pembaca akan dapat menemukan hal-hal baru yang mungkin belum pernah dimengertinya. Namun  lebih dari pada itu, buku ini  telah menjadi media yang efektif untuk suatu perjumpaan  dan perubahan. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mengerti kebesaran kasih Allah yang dinyatakan melalui  penelusuran sejarah penebusan. Tidak begitu berlebihan apabila dikatakan, melalui firman yang dibaca itu mereka akan mengalami perjumpaannya dengan Allah, yang untuk kemudian akan membawa ke dalam perubahan hidup.

Pengajaran-pengajaran yang disampaikan dalam buku ini, akan menolong umat untuk hidup lebih bersandar kepada Tuhan. Berbagai pemaparan tentang tokoh Alkitab, yang dibahas  secara transparan  baik  kesuksesan maupun  kegagalannya,  akan memberi teladan  bahwa segala keberhasilan di dalam Tuhan hanya dapat diperoleh memlalui iman.  Namun harus diakui bahwa masih begitu banyak hal yang dapat kita peroleh dari buku ini, sepertinya tidak cukup hanya disampaikan melalui tulisan pendek ini. Dengan mendalami buku seri sejarah penebusan ini, kita akan semakin mengerti tentang kedaulatan Allah atas hidup manusia, dan kasih karunia Allah untuk segala bangsa. Bahkan mungkin lebih dari semuanya itu. Apa yang diuraikan dalam tulisan ini, hanyalah satu sisi dari suatu sudut pandang, dan apabila pembaca lebih mendalami lagi, tentu akan mendapatkan kebenaran-kebenaran lain yang dilihat dari sudut pandang yang lain. Akhirnya saya ucapkan “selamat”   bagi semua pembaca buku ini, saya percaya “saudara akan diberkati, dan mendapatkan hal-hal yang baru dari buku ini.”  Amin, Tuhan Yesus memberkati. Dr. Susanto Dwiraharjo, M.Th.

© 2016, admin. All rights reserved.

comment closed